Tinggalkan komentar

Pergi Lebih Jauh, Naik Lebih Tinggi, dan Masuk Lebih Dalam – Voyage inside Prince Caspian

Prince Caspian
Kisah ini menceritakan tentang kembalinya Pevensie ke Narnia setahun kemudian di bumi akan tetapi sudah 1300 tahun di Narnia dimana peradaban sudah berubah. Cair Paravel telah hancur dan penguasa Narnia adalah berasal dari bangsa telmar, penduduk Narnia lama di asingkan jauh kedalam hutan. Mereka dikirim untuk membantu Pangeran Caspian merebut takhtanya kembali yang diambil oleh pamannya Miraz, serta mengembalikan penduduk Narnia lama.
Bagi penggemar buku dan film pastinya menemukan banyak perbedaan kisah,kan. Nah mari kita simak apa apa saja yang berbeda dari mereka. Let’s check it out

Pevensie kembali ke Narnia
Dari awal film, sudah terlihat perbedaannya. Filmnya dimulai ketika Caspian keluar dari kerajaan saat kelahiran putera Miraz, tapi itu memang harus dilakukan mengingat adegan itu dalam buku ditulis sebagai cerita yang diceritakan Dwarf Trumpkin saat bertemu dengan Pevensie di reruntuhan Cair Paravel. Saat Pevensie datang kembali ke Narnia, di Film mereka berada dalam sebuah tebung titepi pantai, sedangkan dibuku mereka berada dalam hutan yang memang tidak jauh dari pantai

Ruang peninggalan harta pusaka Cair Paravel
Di film, tempat itu sama sekali tidak seperti ruang harta karun seperti yang digambarkan di buku.

Penyelamatan Dwarf Trumpkin
Dalam film, Dwarf Trumpkin sempat tenggelam dan diselamatkan oleh Peter, akan tetapi di buku, Dwarf itu tidak tenggelam bahkan tidak keluar dari perahu karena dua prajurit telmar sudah ditembak dengan busur hingga jatuh dalam sungai, dan Dwarf Trumpkin hanya terhanyut dalam perahu lalu diselamatkan oleh Edmund

Peniupan terompet ajaib susan
Terdapat saat yang berbeda saat Caspian meniup terompet itu. Di film, Caspian meniupnya ketika ia terjatuh dari kudanya dan bertemu dengan dwarf, sedangkan dibuku Caspian meniupnya ketika berada di Aslan’s How sekiatar pukul 9 pagi

Kematian Miraz
Miraz sama sama mati oleh prajurit telmar. Akan tetapi, dalam film prajurit telmar itu menuduh pasukan Narnia yang telah menembak dan membunuhb Miraz dengan panah, sehingga perang Deliverancepun terjadi stelah duel.

Pertemuan dengan Caspian
Petermuan dengan Caspian di buku sama sekali tidak menegangkan seperti yang digambarkan di film, di buku Pevensie disambut baik oleh musang yang menjaga Aslan’s How, tempat Caspian berada saat itu

Kembali kerumah
Pintu yang digunakan untuk kembali ke bumi pada film ialah melalui pohon besar yang berlorong, sedangkan pada buku, pintu itu dibangun aslan sendiri dengan nafasnya. Dan adegan kepulangan di buku tidak terlalu mengharukan seperti di film

Dwarf Trumpkin melihat Aslan
Adegan di buku tidak lebih menakutkan dari adegan saat Dwarf Trumpkin pertama kali melihat aslant. Pasalnya, saat di buku, Dwarf Trumpkin sempat di bawa Aslan dalam mulutnya. Dan saat di film, Aslan menghembuskan napasnya pada Dwarf Trumpkin saat akhir perang Deliverance

Tidak ada di film
Tidak ada yang kelaparan di Cair Paravel dan harus memakan apel disana. Pevensie memancing ikan bersama dwarf juga tidak ada, apalagi saat topi Edmund dipinjam untuk menampung ikan hasil tangkapan. Adegan kompetisi ramah antara Susan dan Dwarf trumpkin juga tidak ada.
Saat Pevensie dan Dwarf Trumpkin di serbu dengan anak panah bangsa telmar tidak ditampilkan di film. Saat aslan membebaskan Naiyad yang terkunci karena pembangunan jembatan beruna, dan ketika itu dibebaskan oleh Bacchus. Dan banyak lagi adegan yang tidak ada di film saat Aslan mulai membebaskan segala hal yang membosankan di Narnia yang dihuni bangsa Telmar seperti sekolah dan penjara.

Tidak ada di buku
Dibuku, adegan Peter berkelahi disekolah tidak ada. juga Tidak ada kisah Pevensie yang sempat bermain air laut saat pertama sampai di Narnia. Adegan lucy mencari Aslan sendirian di hutan ketika perang berlangsung juga tidak ada. Dan yang terakhir, jembatan Beruna yang dihancurkan Dewa air (Naiyad) saat aslan mengaum dan para telmar menyerah saat itu, serta tidak ada adegan Susan dan Caspian berciuman di buku pada akhir cerita.

Catatan
Mungkin jika membaca bukunya kita akan lebih terbawa suasana seperti anak anak, karena banyak sekali hal yang digambarkan sebagai kegiatan yang lebih lazim dilakukan anak anak dari pada remaja ataupun yang dewasa, seperti tepuk tangan dan senang memotong pembicaraan orang lain.

Sekian dulu ya perbedaan perbedaanya. Jika Eustace menemukan hal lain, akan ditulis lagi disini dan akan diberitahukan di NFCI.

Ditulis oleh Maulyadi Peter Salasanto as Eustace Clarence Scrubb
For Narnia and For Aslan
United Kingdom of Narnia Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: