Tinggalkan komentar

Lucy’s Birthday : Nuriyanni Twin

rose
Pada suatu hari, saat aku sedang asyik membaca buku ‘inkheart’, ada seseorang mengetuk pintu rumah, aku pikir itu Farid seseorang yang ada pada cerita, it’s impossible Yan. ‘hello, anybody home?’ kata suara itu, aku beranjak dari kursi dan membuka pintu. Ternyata Mr. Tumnus, dia berkata

‘hey miss yan, Lu invitation you to her birthday’,

‘oh thanks Mr. Tumnus’ kataku,

‘ok. Goodbye’ katanya,

‘bye’ kataku, aku menutup pintu sambil membaca undangan Lucy.

From : Lucy Pevensie

To : Yan

Hey guys, come to my birthday :

Location : Cair Paravel

Time : Saturday 9, 2011

04.00 NT

Wish you came.

Wow sahabatku Lu akan merayakan ultahnya yang ke 16. Aku bergegas pergi ke kota untuk membeli kado. 2hari kemudian, aku berdandan untuk pergi ke pesta Lu, menurutku gaun putih yang kukenakan tak terlalu mencolok. Aku berangkat pukul 03.00 waktu Narnia menggunakan kereta Labu milik Cinderella, dia berbaik hati meminjamkannya beserta kusirnya haha..

‘Yan, aku nebeng ma kamu ya?’ kata Sue tiba2 mengagetkanku dari sudut jalan,

‘oh Sue, o.. o.. ok ok silahkan naik’ kataku dengan kegatnya. Sesampainya di Cair Paravel, ternyata disana telah padat tamu, ada faun, dyrad, centaur dan lainnya, ternyata pestanya diadakan di halaman depan Cair Paravel, Sue meninggalkanku aku tak tau dia akan kemana, pemandangan di Cair Paravel sangat indah dengan berbagai hiasan bunga disana sini, seperti biasa Aslan tak tampak. Aku mendatangi Lucy, dia sangat cantik dengan gaun pink yang dikenakannya, berenda seperti Ratu pada umumnya.

‘hey Lu, Happy birthday 16th wish you be better than before and you very beautiful today’ kataku sambil tersenyum padanya, memeluknya dan memberikan hadiah padanya,

‘thanks Yan, God bless you’ kata Lu sambil menerima hadiahnya.

Aku segera pergi berjalan- jalan, karena banyak yang ingin bertemu Lu, jadi aku tak mau ganggu, suasananya sangat ramai dengan music klasik yang diputar yaitu ‘fly to your heart’. Aku bertemu 2pevensie lainnya, juga ada Eustace dan Jill, aku segera berbincang dengan mereka.

‘hey guys mana Sue?’ tanyaku pada mereka,

‘dia bersama PC, liat disana’ kata Jill sambil menunjuk kearah sudut halaman, mereka asyik ngobrol,

‘woh, mereka serasi’ kataku. Tak lama kemudian, kue tart Lucy yang super besar datang, kuenya ada 10tingkat, aku penasaran bagaimana Lu akan meniup lilin yang ada dipuncak?!! Semuanya berkumpul dan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Lucy meniup lilinnya dengan bantuan pohon raksasa, pohon itu mengangkatnya dan Lu meniupnya setelah berdoa. Setelah turun dari pohon, Lu memotong kuenya dan memberi potongan pertama pada Mr. Tumnus, sudah kuduga Mr. Tumnus memang pantas mendapatkannya.

Setelah itu, tamu2 bisa memakan kue tart-nya karena tidak mungkin Lu menghabiskannya sendiri.Aku baru tau ada pesta dansa pula, mereka mulai berdansa. Tapi aku, Eust, Ed, Pete dan Jill menghampiri kue tart dan memotong kue untuk kami masing2. Namun, saat Ed memotong kuenya, tak sengaja Eust menabraknya dari belakang sangat keras, Kue itu roboh dan mengenai banyak tamu yang sedang berdansa termasuk Lu yang sedang berdansa dengan Mr. Tumnus. Kami berlima berdiri terdiam beberapa detik ketakutan. Wajah Lu merah padam semua tamu melihatnya, aku benar2 merasa gila,

‘Ed, kau akan kukubur hidup2 kalau Lu marah besar’ bisikku pada Ed,

‘dan aku akan membantingmu keras2’ kata Pete pada Ed,

‘aku setuju dengan kalian’ kata Eust, sedangkan Jill sangat syok.

‘well, aku tak sengaja guys’ kata Ed dgn tampang innocent. Semua orang mengeluh sambil berbisik, telinga Lu dan seluruh wajahnya benar2 merah.

‘Lu, kami minta maaf atas ini semua, kami menyesal, ya-kan Ed’ kataku pada Lu sambil melirik Ed,

‘ya, well, aku menyesal’ kata Ed, sepertinya tidak membantu masalah. Namun Lu memandang kami berlima dan menyungginkan senyumnya, aku teringat ini seperti senyumannya pada saat akan bermain air di pantai dekat Cair Paravel bersama 3pevensie lainnya. Lu mulai melempar- lempar cream yang ada pada kue yang sudah berantakan sambil tertawa lebar dan semua tamu bermain kue itu pula. Ouch, inikan bukan air Lu, tapi lebih baik daripada dia merengek. Pesta itu berlangsung sampai tengah malam, aku lupa waktu, ditengah keramaian aku melihat Sue berlari dan berkata padaku

‘Yan, aku pulang dulu, kereta labu akan berubah’ katanya,

‘oh oke’ kataku. Bagus, sekarang aku bingung akan pulang naik apa.

Kulihat Sue berlari dan sempat tersandung, PC mengejarnya tapi dia sudah kehilangan Sue, tapi PC menemukan sepatu Sue ahaha… .tepat pada saat lagu :today was a fairytale:. diputar ditengah acara. Semua orang masih asyik berdansa dan melempar-lempar kue, kami menghabiskan malam minggu dengan bersenang- senang. Lagu terus mengalun merdu :

But can you feel this magic in the air

It must have been the way you kiss me

Fell in love when I saw you standing there

It must have been the way

Today was a fairytale. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: