Tinggalkan komentar

Love Story About Susan and Caspian : JeJe JakAngel PramestiaAnetha

Hari itu nampaknya Susan tidak bersemangat , raut wajahnya menunjukan sepertinya ia tidak mau menatap dunia hari itu.
Dia berjalan disebelah Peter kakaknya dan Aslan.
Terlihat di sebrang jalan Caspian menatapnya , Susan membuang muka ketika Caspian menatapnya.
“sekarang Peter , ayo lebih baik secepatnya” ..
Peter hanya terdiam , Aslan mengerti apa yang Susan rasakan.
Dan saat semuanya berakhir ..
************

“Caspian” ..
Susan berteriak ..
“Susan kau baik” saja.?” Lucy memperhatikan Susan
“oh tak apa Lue , aku hanya bermimpi , bermimpi tentang Cas .. hmm”
Susan tidak melanjutkan ucapannya
“Caspian.?” Lucy membetulkan , Susan hanya terdiam , perlahan matanya berkaca.kaca ..
Lucy memeluk Susan
“Tenanglah Sue , aku tau kau merindukannya”
Susan melepaskan pelukan Lucy ..
“tak apa Lue , aku tak merindukannya , mungkin itu hanya kebetulan saja aku bermimpi tentangnya , aku mau cuci muka” Susan beranjak meninggalkan adiknya Lucy.
Susan menatap wajahnya di cermin
“aku merindukannya , yah benar aku merindukannya .. Caspian aku merindukanmu”
perlahan air matanya jatuh membasahi pipinya . Ia tdk tau harus berbuat apa , ia terlalu munafik untk mengakui bhwa ia merindukan Caspian.

Jam menunjukan pukul 01.00 siang , ke 4 pevensie bersaudara sedang menikmati makan siang mereka.
Namun tidak dengan Susan , ia sama sekali tidak menyentuh makanannya , raut wajahnya terlihat sedih dan pucat , matanya sembab dan merah .
“Sue , kau sakit adikku.?” tanya Peter, Susan hanya menggeleng perlahan .
“Kau sebaiknya beristirahat saja Sue jika kau sakit” Edmund menambahkan.
“aku tidak sakit Pete , Ed” jelas Susan
“tapi keningmu hangat Sue” Peter menyentuh kening Susan ,
“istrahatlah kaka” Edmund mengelus rambut Susan.
“semuanya aku tidak sakit , aku baik baik saja .. aku sehat , aku hanya .. hanyaaa .. akuuu”
#gubrak xD
“SUSANN” Lucy berteriak,
Susan pingsan sesaat setelah ia tdk meneruskan ucapannya. Peter dan Edmun membawa Susan ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidurnya.
“Lucy , tlg jaga Susan” ucap Peter
“hmm .. baik Pete” jelas Lucy.
Edmund dan Peter bergegas meninggalkan kamar Susan , TAPI ..
“Pete , Ed” Lucy menahan ke 2 kakaknya
“ya Lue ada apa.?” ucap mereka berdua.
“ada yang mau aku bicarakan pada kalian tapi sebaiknya kita bicarakan ini di luar , biarkan Susan istirahat” jelas Lucy ..
Mereka pun meninggalkan Susan yg terbaring lemah.

Peter dan Edmund menatap wajah Lucy dengan serius , mereka menunggu kata kata keluar dari mulut adiknya itu.
“ada apa lue.? , katakanlah” Edmund angkat bicara
“jadi begini ..
ketika tadi pagi Susan terbangun dari tidur ia berteriak memanggil nama Caspian , ia bermimpi tentangnya , aku rasa Sue begitu mencintai Caspian , shingga ia blm bisa melupakan Caspian stelah kepergian kita dari Narnia” Lucy menjelaskan.
Peter dan Edmumd terdiam sesaat .
“kita harus menolong Susan” ucap Ed
“maksudmu Ed” Peter tidak mengerti
“kau akan mencari jalan kembali ke Narnia untk mempertemukan Susan dan Caspian.?”
ucap peter
“bkan pete , kita harus yakini Susan bahwa kita tidak lagi di Narnia , tak ada Caspian di sini , beri semangat pada Susan dan yakini dia” jelas Ed ..
Peter dan Lucy tersenyum ..

“hmm ..” Susan bergumam.
“Sue kau sadar.?” Lucy terkejut.
“apa yg terjadi padaku Lue.? , mengapa aku terbaring di kasur.?” tanya Susan.
“kau pingsan sewaktu makan siang tadi Sue , syukurlah kau sekarang sudah sadar , akan ku panggilkan Edmund dan Peter , Ed..Pete , Susan sudah sadar” Lucy berteriak memanggil ke 2 kakaknya , Peter dan Edmund bergegas mendatangi Lucy dan Susan .
“syukurlah kau sudah sadar Sue , bgaimana keadaanmu.?” tanya Edmund.
“aku cukup membaik Ed , terimakasih” Susan tersenyum
“Sue , sbenarnya ada apa dnganmu adikku.? , ceritalah .. kami akan membantumu” ucap Peter.
Susan terdiam , ia tidak menjawab pertanyaan Peter , sesaat semua menjadi hening , Lucy , Edmund , dan Peter memandang wajah Susan yang sepertinya akan menangis .
“bicaralah Sue” bujuk Lucy.
“hmm .. Baiklah , sebenarnya .. hmm aku sebenarnya” Sue bergetar , matanya memerah.
“ya teruskan Sue” ucap Peter
“aku merindukan Caspian , aku ingin memeluknya Pete , aku ingin bersamanya , mengapa aku harus berpisah dngannya, aku mencintainya , kita saling mencintai , mengapa Aslan tdk mengijinkan aku untuk kembali ke Narnia , mengapa jga Aslan tdk mengijinkan Caspian untk ikut bersamaku , MENGAPA.? MENGAPA?”
Susan menangis sejadi.jadinya , ia memeluk adik dan kakaknya, Lucy menghapus air mata Susan.
“Susan dgarlah ., kita tdk lagi berada di Narnia , Caspian pun tak ada di sini , kau harus percaya Caspian bgtu mencintaimu , ia tdk mungkin bgtu saja melupakanmu , ia disana menjaga rakyatnya , rakyat kita , menjaga Narnia , sdahlah Sue tak apa Caspian tak ada disisimu , tapi ia ada di hatimu” Peter meyakinkan Susan , ia terdiam ., ia sdar bahwa saudara”nya begitu menyayanginya , ia memeluk mereka erat sekali , menangis sejadi.jadinya .
”menangislah Sue , tak apa , kami ada bersamamu” Edmund menenangkan Susan

Malamnya Susan tidak bisa tidur , ia mencoba memejamkan matanya berkali.kali berharap agar ia bisa tertidur tetapi percuma , ia masih memikirkan Caspian .
Tapi tiba” bdanya menjadi ringan sekali , ia melihat secercah cahaya putih menyilaukan matannya , ia berusaha mendekat , dekat dan semakin dekat .
“Susan” suara it mengagetkannya
“Aslan .. Aslan” Susan terkejut.
“ada apa dengammu anakku” tanya Aslan
“aku rindu Caspian , aku ingin memeluknya , aku mohon ijinkan aku Aslan” Susan memohon , air matanya mulai berlinang.
“Susan , kau akan beranjak dewasa kelak kau akan mengerti arti cinta yang sesungguhnya , aku akan mempertemukanmu dengan Caspian” ucap Aslan.
Susan tersenyum , tiba” ia merasa tubuhnya tertarik kuat sekali , ia sampai di suatu tempat yang ia kenali ..
“Cair Paravel” gumam Susan. Ia melihat sesosok pria di tempat tak jauh ia berdiri , perlahan ia mendekatinya ,
“Caspian” ucap Susan.
Pria itu membalikan bdannya.
“Susan” Caspian terkejut melihat wanita di hadapannya adalah wanita yang paling ia cintai .
“Caspian , aku merindukanmu , tidak bisakah kau tinggal bersamaku.?” Susan memeluk Caspian erat sekali. Caspian menatap Susan dalam.dalam , perlahan ia mengelus pipi Susan dengan lembut.
“Sue dengarlah , aku begitu mencintaimu , jangan siksa dirimu karena cintamu padaku , fikirkan dirimu , aku tak mau kau terluka , aku memang tak ada di sampingmu ,tapi aku ada di hatimu” ucap Caspian
“tapi bgaimana kalau kita tak mungkin bersama , sdangkan aku ingin bersamamu Cas” ucap Susan.
“aku selalu bersamamu Sue , jika kau menginginkan aku bersamamu pejamkanlah matamu dan panggil namaku , aku akan ada bersamamu” ucap Caspian .
“benarkah.? , kau tdk berbhong pdaku” tanya Sue.
“tidak sayang” Caspian mengecup kening Susan , Susan memejamkan matanya , tubuhnya hangat , hangat sekali , ia merasakan damai di hatinya , dan ketika ia membuka matanya ..

“APAAA.?” Susan menjerit
“kau bermimpi lagi Sue , sudah aku katakan berulang kali kau harus..”
“tidak Lue , kau mengapa tidak membangunkanku.? , aku terlambat , hari ini ada acara amal , oh .. Damn!” ketus Susan, Lucy hanya terdiam bingung dengan sikap Susan , Susan bergegas membersihkan badanya , ia menuruni tangga menuju ruang tamu , Peter dan Edmun menegurnya.
“kau mau kemana Sue.? , tidakkah kau menghabiskan sarapanmu dulu.?”
“oh tidak Pete aku terlambat , ada acara amal hari ini” Susan sibuk mengenakan sepatu high heelsnya ,
“kau cantik sekali Sue” Edmund memuji.
“terimakasih Ed” Susan tersenyum mendengar pujian adiknya itu ,
“ya benar , kau cantik sekali hari ini , jika Caspian ada di sini .. hmmb oh maafkan aku Sue” Lucy tidak meneruskan ucapannya , Peter dan Edmund menatap Susan , Susan hanya tersenyum , tak nampak kesedihan dalam wajahnya ketika Lucy menyebut nama Caspian.
“oh tak apa sayang , i must go now , bye”
Susan mencium pipi Lucy , ia bergegas pergi meninggalkan rumah , menghadiri acara amal yang di adakan di universitasnya.
Namun sepertinya Susan kurang nyaman , ia melihat sekelilingnya para penyelenggara sibuk dengan pasangannya masing” ,
“apa.apaan ini.? , ini adalah acara amal , bkan acar cari jodoh” Susan menggerutu.
Ia pergi menjauh dari para penyelenggara amal , ia duduk di tepi danau , hembusn angin mengibaskan rambut coklatnya , ia memandang air danau yang tenang itu , perlahan ia memejamkan matanya .
“Caspian , aku merindukanmu , datanglah untukku , temaniku di tepi danau ini , aku ingin bersandar di bahumu” Susan memohon berharap Caspian datang untuknya.

“hello” suara itu membuyarkan lamunan Susan , namun Susan tidak berpaling , ia masih tetap memandang danau di hadapannya , yg ia ingikan saat ini hanyalah Caspian ada bersamanya.
“hmm .. siapa kau.?” tanya Susan.
”aku Alex , tidakkah kau bergabung bersama mereka.?” tanya sang pria.
“tidak , mereka berkencan , bukan menggelar acara amal” ketus Susan.
“kalau begtu kita sependapat , akupun berfikir seperti itu , ngomong” siapa namamu.?” tanya sang pria , Susan membalikan badannya , ia hendak menjawab.
“aku Suee .. Caspian.?” Susan terkejut bkan main , ia melihat sosok di depannya adalah Caspian , matanya , rambutnya , wajahnya , Susan menyentuh wajah sang pria , ia tidak percaya bagaimana mungkin ia bsa semirip it dgn Caspian.
“hai apa yang kau lakukan.?” tegur sang pria . “kau Caspian.?” gumam Susan ,
aku bukan Caspian , aku Alex , kau ini aneh , lbih baik kau ikt dgnku . Pria it menggandeng tangan Susan, menyusuri danau di taman itu , wajahnya berbinar , senyumnya , Caspian benar , ia tidak berbohong pada Susan.
“Caspian , mungkin pria ini bkanlah engkau , tapi aku yakin dia sepertimu , kau benar Cas , kau tidak pernah meninggalkanku , aku mencintaimu Caspian” ucap Sue dalam hati .
Hari itu ia menemukan sosok pria yang bukan Caspian , tapi ia yakin itu Caspian. Ia yakin Caspian bgtu mencintainya dan tak pernah meninggalkannya.
TAMAT !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: