Tinggalkan komentar

Isi Hati Lucy : Alyaa Hanazawa Saira

Teman-teman membanggakan dirinya di hadapanku ketika mereka pulang dari Luar negri. Mereka dengan sombongnya berbicara tentang pengalaman mereka ketika menjelajahi dunia. Kadang mereka mengejeku yang tidak seperti mereka.

Dan yang paling menyakitkan, mereka bilang aku manja, karena aku anak paling kecil di antara 4 bersaudara.

Aku ingin sekali mengatakan bahwa aku sudah pergi ke tempat yang mereka tidak pernah kunjungi. Tempat yang tidak ada di belahan bumi manapun.

Aku ingin berteriak bahwa aku tidak manja. dan tidak pernah di manja. Aku bisa jadi pemimpin yang baik, bahkan menjadi seorang ratu.

Di Narnia. aku ingin meneriakan kepada mereka bahwa ejekan mereka tidak benar. Ingin aku bangga seperti mereka bahwa aku pernah ke Narnia.

Ingin aku menceritakan pengalaman seruku.

Tapi aku telah berjanji. Tidak akan memberi tahu orang lain apalagi menyombongkanya.

Kini aku sadar, bahwa Aslan tidak sembarang melarangku.

Aslan tidak mau aku menjadi sombong.

Aslan tidak mau aku menyombongkan pengalamanku di Narnia

Aku sangat menyesal. Aku merasa diriku begitu pengecut

Hampir saja aku membongkar rahasia besar ini.

Rahasia yang begitu mengasyikan jika tidak di ketahui seseorangpun kecuali yang pernah mengalaminya sendiri.

Biarlah mereka tetap sombong

Aku akan mengingatnya dan berseru dalam hati bahwa,

“Narnia lebih mengasyikan daripada belahan bumi manapun”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: