Tinggalkan komentar

Fanfic Narnia : The Daughter of Eve is Come Back (Chapter 5 : Awal Pertengkaran) : Pricilia Katherine Popplewell

Kembali lagi bersama saya, Pricilia Florentina. Ini chapter 5 dari FF yg saya bikin. Jangan lupa ya kasih saran sama kritik, 100 % diterima. Chapter selanjutnya aku post pasti lama, ini masalah perijinan online sama ortu, maklum ya. Ya udh, gausa banyak basa-basi, sekarang waktunya membaca, silahkan

Jill berlari mengejar Eustace, tapi sebelum ia berhasil menangkap Eustace, Eustace telah sampai di Eatable.

Peter heran, “Eus?”

“Yes, Pete. Why?” jawabnya.

“Are you fine today?” Peter menahan tawa begitu juga dengan yang lainnya, karena Eustace seorang Lord maka mereka tidak akan menertawakan Eustace.

“I’m fine, why? To the point please”

Sebelum Peter menjawab, Caspian memotong “Penampilanmu, apakah kau baik-baik saja? Kurasa kau belum mandi.”

“Maaf semuanya, Eustace sedang banyak pikiran. Tadi aku sudah mengingatkannya tapi dia tidak mendengar. Memang dia belum mandi.” kini Jill yang menjawab.

“Oh, I’m sorry. I must back to my room.” muka Eustace memerah.

“Please.”jawab mereka.

“Silahkan kalian makan dulu, aku bisa menyusul.” kata Eustace menaiki anak tangga yang pertama. Ia bergegas mandi lalu begabung kembali bersama mereka.

Setelah selesai sarapan, Susan duduk di bangku taman sambil memakan apel dan Liliandil mendekatinya. Susan menatap Liliandil dengan tampang heran, Liliandil tersenyum.

“Hei” mereka berkata serentak. Lalu diam sejenak

“May I talk with you, Sue?” Liliandil memulai.

Susan yang tadinya tertunduk, kembali menatap Liliandil. “Sure” katanya.

“I know your relation with my husband, Caspian, a long-long ago.” Liliandil berkata dengan nada tinggi.

“Li, it’s ‘A long-long ago’. But, now, we haven’t a special relation.” jawab Susan.

Liliandil membuang muka, “Be honest, are you love he?”

“No! We are casual friend.”

“Hm, Sue. Aku minta maaf.” Liliandil merendahkan nada suaranya.

“Tidak apa-apa. Hanya saja aku bingung, mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Aku hanya.. hanya”

“Hanya cemburu, benarkah itu?” tanya Susan.

“Tidak, aku tidak cemburu.”

Setelah teridam sejenak, Susan memulaikembali, “Li, percayalah. Caspian dan aku tidak memiliki hubungan apa pun. Hanya teman.”

“Kau bohong!”

“Jangan menatapku seperti itu!” Susan marah kali ini, lalu meninggalkan Liliandil. Ia kembali ke kamarnya lalu menangis.

Eustace datang, ia lupa akan petunjuk Aslan dalam mimpinya semalam. “Sue, mengapa kau?”

“Ternyata kau, kau pasti sudah diberitahu tentang kebencian Liliandil padaku.” Jawab Susan dengan mata merah dan tersendak-sendak.

Muka Eustace memerah, “Sue, apa kau dan Liliandil bertengkar?”

“Ya, tadi aku dan Liliandil mengobrol di taman. Dan hasilnya adalah pertengkaran antara aku dan dia”

“Maafkan aku Sue, aku lupa.”

“Lupa apa? Memangnya ada apa?” Susan heran.

“Semalam, Aslan datang ke mimpiku dan memberiku peringatan agar mencegah pertengkaranmu dan Liliandil. Ia juga memberitahuku tentang kau dan dia akan bertemu.”

“Mengapa kau tidak memberitahuku? Oh Eustace, aku kecewa padamu.”

Mata Eustace berkaca-kaca, “Aku minta maaf Sue, sekarang ikutlah denganku!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: