Tinggalkan komentar

Fanfic Narnia : The Daughter of Eve is Come Back (Chapter 3 : Tanggapan Mereka) : Pricilia Katherine Popplewell

Hai-hai-hai, kembali lagi ke cerita kita. Maaf ya aku post lama, soalnya aku fokus UTS dan chapter selanjutnya jg kemungkinan di-post lama. Aku mohon maklum ya, jangan lupa kritik jg. Oke, langsung aja

“Ngg, ada apa Lucy?” jawab Eustace.

“Ayo ikut saja!” kata Lucy sambil menarik tangan Eustace. Lucy membawa Eustace ke depan Istana Cair Paravel.

Lucy berkata “Dengarkan aku Eustace. Kau perlu tahu, ini yang akan menentukan nasib Narnia.”

Dengan muka heran, Eustace menjawab “Hahaha, kau ini kenapa Lucy? Bermimpi? Narnia kini sudah menjadi negeri damai, tidak akan ada masalah lagi”

“Eustace, aku tidak bermimpi! Aslan menemuiku di pantai, cobalah serius.” Lucy hampir marah.

“Hmm.. Lu, kau tidak berbohong kan?” Eustace menggoda.

Lucy memanas, “Sudahlah, kau ini tidak perlu aku kasih tahu, lebih baik aku beritahu Peter saja.”

“Okay Lucy, aku serius. Aku ingin dengar. Apa hal yang akan menentukan nasib Narnia?” kata Eustace dengan serius.

“Ini tentang Susan dan Liliandil. Kata Aslan, Liliandil tidak menyukai Susan. Liliandil akan membuat Narnia jauh dari Susan.

Dan itu berarti, akan ada kekacauan besar.” jelas Lucy.

“Liliandil membenci Susan? Mengapa? Seperti anak-anak saja.” Eustace bercanda.

Lucy mengerutkan dahi, “Ayolah, kau ini. Serius, Liliandil melihat perhatian Caspian yang lebih pada Susan.”

“Susan? Caspian? Liliandil dan Caspian kan suami-istri, harusnya Lili bisa bicara baik-baik pada Caspian.” jawab Eustace

.

“Ya, harusnya. Tapi ini takdir Aslan, Aslan yang mengatakannya padaku. Kau bisa membantuku?”

Eustace berseru, “Bantuan apa yang kau butuhkan?”

“Aslan menunjuk aku sebagai pendamai mereka. Aku harus membuat Lili percaya pada Susan dan mencegah Susan membenci Liliandil. Susan boleh tahu, tapi kita harus benar-benar menjaga perasaannya.” Lucy memperjelas.

“Mungkin aku bisa bantu, aku akan mendekati Lili dan membuatnya percaya tanpa terpengaruh.” jawab Eustace.

Tiba-tiba, Peter memanggil mereka karena ini saat bagi mereka makan bersama. Mereka pun masuk dan mengikuti makan malam itu. Lucy memperhatikan Susan dan Liliandil dengan jelas, Liliandil tidak ikut makan, ia hanya memperhatikan Susan dan membiarkan makan malamnya mendingin. Lucy semakin yakin atas apa yang Aslan katakana padanya.

Setelah pesta selesai, Eustace menemui Liliandil. Ia bertanya mengapa Lili melihat Susan dengan tatapan dingin selama makan malam. Tapi Lili mengelak dan berkata bahwa ia hanya melamun karena banyak masalah. Eustace tahu Liliandil berbohong, sekalipun ada masalah pasti masalah tentang kebenciannya pada Susan.

Di sisi lain, Lucy menemui Susan. Dan berkata, “Hai Sue, bolehkah aku berbicara padamu?”

“Tentu adikku sayang” jawab Susan

“Hm.. Sue, aku membawa kabar dari Aslan. KataNya, Liliandil membencimu semenjak kau datang kembali ke Narnia.” Lucy menjelaskan.

Susan bingung, “Benarkah itu? Apa masalahnya?”

“Masa lalumu dan Caspian.” Kata Lucy.

“Aku tidak percaya Liliandil begitu. Aku dan Caspian tidak memiliki hubungan apa-apa, sekalipun itu dulu.”

“Tenanglah Sue, kau jangan emosi. Kita harus mencegah kekacauan itu terjadi, kau tidak boleh membenci Liliandil juga.” Lucy menahan Susan.

“Aku harus menemui Liliandil.” kata Susan.

“Jangan Sue, jangan sekarang. Kekacauan itu akan semakin cepat bila kau menemuinya sekarang.” kata Lucy.

Susan mengerti, “Baiklah, terimakasih penjelasanmu Lue.”

Lucy mengangguk, “Ya sudah, aku harus pergi tidur.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: