2 Komentar

Fanfic Narnia : The Daughter of Eve is Come Back (Chapter 1 : KEMBALI SAAT PERCAYA) : Pricilia Katherine Popplewell

Terima kasih sudah mau buka notes ini, ini hanya fanfic yang aku bikin. Aku bikin ini karena aku suka banget sama film Narnia dan karakter Susan Pevensie. Fanfic ini murni hasil karya aku sendiri, walapun aku terinspirasi dari beberapa fanfic lain. Aku minta maaf kalo emang FF yang aku bikin ini jelek, silahkan kalian kritik di comment. Oke, gak usah banyak basa basi, langsung baca aja ya.

Ini adalah hal yang belum diceritakan C.S Lewis tentang Susan Pevensie, anggota dari Pevensie bersaudara yang kita tahu adalah Raja dan Ratu pada Zaman Keemasan Narnia. Sudah empat bulan semenjak saudara-saudaranya meninggal dalam kecelakaan kereta api, namun kesedihannya masih tetap mengalir. Ia frustasi dalam kesendiriannya.

Kamarnya yang dulu tertata rapi, kini berantakan. Lipstik, bedak, maskara, dan semua alat-alat make-up nya berhamburan. Ia tidak pernah keluar rumah lagi bila tidak ada hal yang penting. Sungguh malang nasib gadis kecil ini.

Mengingat saudaranya, adalah hal yang paling menyakitkan. Setiap kali mendengar nama Peter, Edmund, Lucy, Eustace, Jill, Paman Digorry, dan Bibi Polly selalu berhasil membuat Susan sakit. Seperti ada yang mengiris-iris hatinya dengan pedang yang sangat tajam.

Suatu hari, ia bersama Emily temannya, berkunjung ke sebuah museum di London. Ia tak sadar, dulu museum itu adalah rumah Profesor Kirke (Paman Digorry) tempat petualangannya bersama saudara-saudaranya di mulai. Rumah itu sudah dirobohkan tiga tahun lalu dan dibuat museum. Ketika ia akan pulang, ia melihat lemari itu. Lemari yang menghubungkannya ke Narnia, lemari yang dibuat dari pohon apel Narnia.

Hatinya kembali teriris, ia pulang dan mandi. Ia tak percaya akan mengingat nama yang sudah lama dilupakannya, “Narnia”. Dipenuhinya bath tub nya dengan air, dan ia berendam. Air matanya mengalir. Ia berpikir, bagaimana keadaan Narnia sekarang. Ia kembali mengingat masa lalunya bersama ketiga saudaranya. Saat mereka menjadi raja dan ratu di negeri yang baru mereka kenal.

“Tapi, apakah itu benar-benar nyata? Atau hanya mimpi?” pikirnya.

Ia mengeringkan tubuhnya dan berpakaian, ia berharap bisa kembali ke Narnia. Semangat hidupnya telah pulih, ia membereskan kamarnya. Memasak, dan kembali pada Susan yang dulu. Susan yang rajin dan bersahaja. Ia meninggalkan kebiasaannya pada make-up, meninggalkan kesedihannya.Hari-harinya kembali pada harapan dan senyuman.

Sampai suatu malam, ia bermimpi. Aslan datang, Sang Singa Agung mendatanginya. Susan memeluknya, dan meminta maaf.

Namun Aslan berkata, “Tidak apa-apa, Ratu Susan yang Lembut. Penguasa Matahari Selatan”

“Aku? Ratu Susan yang Lembut? Oh Aslan, aku sudah tak pantas menyandang nama itu.” jawab Susan lembut.

“Kau pantas, kau adalah Ratu Narnia. Bukankah kau ingat, saat Golden Age di mulai? Sekali menjadi Raja atau Ratu, akan selalu menjadi Raja atau Ratu” Aslan mengingatkan.

“Ya, aku ingat. Tapi Aslan, bagaimana keadaan Narnia sekarang? Aku tahu aku sudah tak bisa kembali” seru Susan.

“Ratu Susan, Narnia sekarang telah lepas dari tanah bayang-bayang. Saudara-saudaramu ada di sana, kau bisa kembali dengan cara-Ku.”

“Apa Aslan? Tapi bagaimana caranya?” kini Susan sangat bingung. Bagaimana caraku bisa kembali? Mengapa saudara-saudaraku ada di sana?

“Itulah sebabnya aku datang padamu dalam mimpi ini. Ingatlah pesan-Ku, jangan pernah mencari Narnia. Narnia akan datang kepadamu dengan sendirinya.” jawab Aslan.

“Baik Aslan, aku akan selalu menunggu. Karena aku percaya Narnia itu ada.” Susan tersenyum dan Aslan membalasnya.

Mimpi itu telah berakhir, Susan bangun. Membereskan kamarnya lalu mandi dan berpakaian. Saat ia akan pergi ke dapur untuk sarapan dan membuka pintu kamarnya, yang ia lihat bukan pavilion rumah. Melainkan, negeri itu. Narnia.

Ia berada di Cair Paravel. Ia melihat Lucy dan Jill sedang belajar memanah. Air matanya tak tertahankan, ia berlari memeluk Lucy dan menyapa Jill. Lucy pun memanggil yang lainnya, Peter, Edmund, Caspian, Eustace, Rilian, Reepicheep, Liliandil, dan seluruh anggota Cair Paravel. Semuanya menyambut Susan, ia telah kembali, Ratu lama Narnia yang amat dirindukan. Susan pun kembali menjadi Ratu Narnia, dan hidup di sana selamanya.

Sementara di dunia nyata, Susan ditemukan meninggal di kamarnya. Namun orang tuanya melihat, Susan dalam keadaan bahagia. Mereka mengikhlaskannya dan hidup di bumi sampai mereka dipanggil ke Narnia juga.

“Sekali jadi Raja dan Ratu, akan selalu menjadi Raja dan Ratu. For Narnia and for Aslan”

rose

2 comments on “Fanfic Narnia : The Daughter of Eve is Come Back (Chapter 1 : KEMBALI SAAT PERCAYA) : Pricilia Katherine Popplewell

  1. apakah dunia narnia itu memang ada???
    aku juga termasuk pecinta film narnia…!!!!

  2. ceritanya bagus🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: